Jelang Lebaran, Geucik Desa Siperkas Santuni Puluhan Anak Yatim dan Jompo

  • Whatsapp
Wahda Tinambunan, Kepala Desa (Geucik) Desa Siperkas, Kecamatan Rundeng

Sinarlintasnews.com | SUBULUSALAM – Jelang Hari Raya Idul Fitri Syawal 1440 Hijriah, Kepala Desa (Geucik) Siperkas, Kecamatan Rundeng, Subulusalam menyalurkan santunan anak yatim dan kaum jompo.

Tokoh masyarakat yang turut serta menyerahkan santunan kepada anak yatim

Kegitan yang di langsungkan di rumah Geucik Siperkas ini juga turut dihadiri para tokoh masyarakat, dan warga setempat yang ingin menyaksikan kegembiraan para anak yatim.

Bacaan Lainnya

Bantuan diserahkan langsung secara transparan oleh Geucik Desa Siperkas Wahda Tinambunan kepada 16 orang anak yatim dan 16 orang Jompo.

BACA JUGA  : Derita Tumor Ganas, Darjoli Sang Penghafal Hafidz Al-Qur’an Butuh Uluran Tangan Dermawan

BACA JUGA : Derita Tumor Ganas, Darjoli Sang Penghafal Hafidz Al-Qur’an Butuh Uluran Tangan Dermawan

Penyerahan bantuan itu disaksikan langsung para tokoh masyarakat dan warga setempat. Adapun bantuan yang diberikan berupa barang sembako dan pakaian pelengkapan.

Wahda Tinambunan selaku Kepala Desa usai kegitan menyatakan, santunan yang diberikan kepada anak yatim dan kaum Jompo tersebut merupakan bentuk kepedulian dan juga sebagi wujud rasa syukur kepada Allah SWT.

“Menyantuni anak yatim dan kaum jompo, adalah salah satu kewajiban kita dalam menjalankan ibadah. Terlebih pada bulan suci Ramadhan ini, mereka pasti sangat membutuhkan,” ujar Wahda Senin 3 (3/6/19)

Wahda pun merasa senang bisa sedikit berbagi dengan anak-anak yatim dan para jompo yang ada di Desa Siperkas bisa terlaksana dengan baik dan aman.

Kaum Jommpo saat menerima bantuan dari Geucik Desa Siperkas

“Untuk orang yang tergolong mampu mungkin pakaian adalah hal yang sepele, namun bagi yatim piatu dan kaum jompo itu bisa menjadi hal yang berharga. Saya berharap semoga tahun yang akan datang kita bisa memberikan lebih dari sekarang,”katanya

Dijelaskannya, sebagai mahluk sosial yang bragama, memang selayaknya berbagi dengan sesama yang lebih membutuhkan uluran tangan seperti anak yatim dan para jompo.

“Didalam ajaran agama juga kita disarankan untuk membatu anak yatim dan jompo,” Pungkasnya. (Udin Padang)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.