Derita Tumor Ganas, Darjoli Sang Penghafal Hafidz Al-Qur’an Butuh Uluran Tangan Dermawan

  • Whatsapp
Darjoli Sang Penghafal Hafidz Al-Qur'an saat ini dirawat di RSU Adam Malik Medan

Sinarlintasnews.com | Subulusalam – Darjoli (19) warga Desa Cepu, Kecamatan Simpang Kiri, Subulusalam Aceh hanya bisa terbaring pasrah di tempat tidurnya dan merintih kesakitan Bagaimana tidak, Darjoli saat ini sedang berjuang melawan tumor ganas yang dideritanya.

Darjoli yang dikenal sebagai remaja penghafal Hafidz Al-Qu’an siawa pondok pesantren Gersik Jawa Timur ini suda setahun lebih merintih kesakitan.

Bacaan Lainnya

Darjoli adalah anak yatim, beberapa tahun lalu, ayah dan ibu Darjoli sudah tidak serumah (broken home), dan ayah Darjoli tersebut juga sudah meninggal dunia.

Sejak pisah, Darjoli tinggal bersama ibunya yang diketahui bernama Umbox (48) dan kakaknya Uti (25).

Sejak pusah, Ibu Darjoli hanya berjualan sayur untuk memenuhi kebutuhan sehari dengan penghasilan yang tidak seberapa.

BACA JUGA : PT.GGS “Peduli Bantuan Sosial Santuni Anak Yatim dan Jompo”

BACA JUGA : Niat Ingin Mengehelai Perkelahian Warga, Kepala Desa Lae Saga Subulussalam Dipolisikan

BACA JUGA : Kapolsek Rundeng Bersama Bhayangkari “Bagi Takjil Gratis” dan Santuni Anak Yatim

Uti menjelaskan, Sebelumnya Darjoli mengikuti pelajaran di Pondok Pesantren di gersik Jawa Timur. Darjoli pulang ke rumahnya di Subulusalam izin dari Pesantren karena merasa sakit di bagian belikat kirinya.

“Dulu Darjoli balek kesini karena di bagian bahu kiri belangkangnya ada benjolan sebesar telor ayam, Namun bertambah hari, benjolan itu semakin membesar. Sudah beberapa kali berobat dan memeriksakan benjolannya itu Namun belum juga kunjungan sembuh” jela Uti, Senin 03 Mei 2019 saat dihubungi melalui via telepon.

Uti menyatakan, Darjoli sempat menjalani perawatan intensif di RSU Adam Malik, namun belum kunjung sembuh dan kemudian dirujuk untuk berobat di salah satu RSU di Jakarta. Namun karena biaya perongkosan tidak sanggup terpaksa harus mengurungkan niat untuk berobat.

“Sebelumnya pihak RSU Adam Malik sudah menyerankan untuk dirujuk ke Jakarat, surat rujukannya tinggal mengambil. Tapi kami tidak sanggup biaya perongkosan kesana, belum lagi nanti biaya makan kami, kami punnpasrahdan membawa Darjoli pulang ke rumah,” jelas Uti

Faktor ekonomi mengurung langkahnya untuk berobat. Kini mereka pasrah dengan nasib. Tak jarang pula Ibu dan kakaknya kekurangan makan. Bahkan, keduanya sedang kalut memikirkan pendanaan untuk biaya operasi. Belum lagi biaya makan sehari-hari.

Sejak ayah mereka meninggal, ibu mereka hanya berjualan sayur untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari. Namun sejak Darjoli sakit, ibunya sudah tidak lagi bejualan dan fokus mengurus Darjoli yang selalu merintih kesakitan.

Lanjut Uti, kalau malam adeknya selalu menjerit menahan rasa sakit dan tidak bisa tidur semalaman. Bahkan obat dari dokter tidak bisa meredakan rasa sakitnya.

Sebagai kakak, ia berharap bisa melakukan operasi tumor yang dialami adeknya itu. Namun, kondisi ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan. Terlebih lagi, ibunya sejak adiknya sakit sudah tidak lagi kerja, hasil yang dikumpulkan selama ini dari berjualan sayur sudah habis.

BACA JUGA : Dinas Koperasi dan UKM Subulusalam Tindak Tegas Pangkalan LPG Nakal

Uti dan ibunya berharap, ada dermawan bisa membantu untuk operasi Darjoli. Sebab, petugas kesehatan menyarankan agar Darjoli segera dirujuk ke rumah sakit Jakarta untuk menjalani operasi.

Bagi yang ingin menyisihkan sedikit rezekinya untuk membantu Darjoli dapat mengirim bantuan kepada keluarga korban ke nomor rekening BRI : 3995 0100 9220 530 a/n Darjoli atau dapat menghubungi langsung Uti kakak Darjoli di Nomor 081311721420. (Udin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 Komentar