Tokoh Agam BNKP Tapteng Ajak Masyarakat Menolak dan Mengecam Aksi People Power

  • Whatsapp
Yanuari Halawa, S.Th Tokoh agama BNKP Kabupaten Tapanuli Tengah (foto istimewa)

Sinarlintasnews.com | TAPTENG – Pasca beredarnya Aksi People Power yang sudah mulai meresahkan warga, sejumlah tokoh agama mengecam dan menolak aksi yang diisukan oleh sekelompok orang-orang yang ingin memperkeruh suasana kedamaian Demokrasi di Indonesia. Diantaranya Pdt. Yanuari Halawa, S.Th selaku Tokoh agama Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) dengan tegas menolak dan mengeca gerakan besar-besaran (people Power) yang kabarnya akan di laksanakan pada 22 Mei Mendatang.

Yanuari menyatakan, selaku tokoh agama dan juga warga Negara Indonesia sangat tidak setuju dengan sifat dan tingkah yang akan menimbulkan perpecahan persatuan dan kesatuan bangsa NKRI.

Bacaan Lainnya

“Saya selaku tokoh agama dengan tegas menyatakan menolak keras aksi people power maupun aksi kedaulatan rakyat. Gerakan maupun isu aksi People Power hanya diciptakan oleh sekelompok orang yang ingin merusak Demokrasi maupun persatuan di Indonesia dan hanya orang-orang bodoh yang mau terpengaruh apa lagi sampai ikut serta berangkat ke Jakarta mengikuti People Power. karena hanya akan berpotensi ,enimbulkan kericuhan”Katanya, Senin 20 Mei 2019.

Menurutnya, setiap warga Negara Indonesia bebas menyampaikan pendapat, namun bukan bebas memaksakan pendapat, semua mempunyai mekanisme dan peraturan dan Undang-undang yang harus dipatuhi.

“Silahkan menyampaikan pendapat tapi jangan memaksa pendapat, apa lagi sampai berbuat keamanan da kenyamanan sampai terusik, saat ini umat islam sedang menjalankan ibadah puasa, seharusnya kita harus hargai itu, jangan kita kotori tingkahlaku konyol dengan memaksa kehendak kita” Ujarnya

Mengingat suasanan Ramadhan, Pdt. Yanuari mengajak seluruh kalangan masyarakat baik tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda untuk tetap bersatu bersinerji untuk menolak dan mengecam aksi People Power maupun aksi kedaulatan rakyat. Demikian agungnya Ramadhan, jika direnungi mendalam semua aspek akan terkait di dalamnya dan akan menghasilkan hikmah besar dan luar biasa jika mampu mencermatinya secara mendalam.

“Mari kita menciptakan suasana yang nyaman dan aman pada bulan Ramadhan ini, tidak baik hukumnya, tidak baik akhlaknya bila harus melakukan hal-hal yang dapat memggu ketenangan orang lain.

Dikatakannya, KPU RI tengah bekerja secara profesional melakukan rekapitulasi perhitungan perolehan suara berharap masyarakat bersabar dan menahan emosi. Siapapun yang nantinya terpilih jadi Presiden dan wakil Presiden, mereka adalah putra terbaik bangsa yang harus kita apresiasi dan kita dukung karena itu adalah pilihan rakyat yang telah melalui proses demokrasi yang adil, jujur dan transparan.

“Mari kita bersabar menunggu hasil dari KPU RI, apapun nanti hasilnya, itu sudah menjadi yang terbaik dan merupakan pilihan rakyat”pungkasnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *