Ketua KNPI Tapteng Ajak Masyarakat Menjaga Ukhuwah Islamiyah dan Bersabar Menunggu Hasil Rekapitulasi KPU RI

  • Whatsapp
Rahmansyah Sibarani Ketua KNPI Kabupaten Tapanuli Tengah

Sinarlintasnews.com | TAPTENG – Guna menjalin kekompakan antar masyarakat yang sempat terbelah di dua kubu pada pilpres 2019, pasca pemilu 2019, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Rahmansyah Sibarani berharap kedua kelompok kubu 01 Jokowi-Amin dan kubu 02 Prabow-Sandi kembali bersatu.

Rahmansyah menyatakan, semua proses dari pencoblosan pemilu sudah usai, dan tinggal menanti hasil pengumaman rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU RI) dalam beberapa hari kedepan. Menurutnya, KPU sudah pasti bekerja secara propesional sebagaimana mestinya.

Bacaan Lainnya

“Mari kita bersama-sama untuk tetap tenang menunggu hasil dari KPU RI. Meski hasil Quick Count sudah diketahui, namun pengumunan dari KPU siapa pemenang pilpres 2019 belum diketahui. Jika penghitungan nantinyan ada yang kurang berkenan silahkan mengajukan kepada yang berwenang sesuai dengan Undang-undang pemilu” katanya

Sehubungan saat ini umat islam diseluruh dunia tengah menjalankan ibadah puasa, Rahmansyah mengajak masyarakat untuk tetap pada koridor dan tetap menjaga Ukhuwah islamiyah.

“Di bulan Ramadhan ini kita lebih baik fokus saja untuk menjalankan ibadah menjaga Ukhuwah Islamiyah kita, jangan kita mengotori ibadah kita sendiri, jangan hanya karena urusan politik kita menjadi terpecah belah” uangkap Rahmansyah

Rahmansyah juga menyatakan, disetiap pemilihan apapun sudah pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Yang menang harus bisa mengayomi dam merangkul yang kalah, sebaliknya yang kalah juga harus menerima kekalahan dan menghormati keputusan sebab persatuan dan kesatuan bangsa haruslah diatas segalanya.

“Menang dan kalah itu sudah pasti ada disetiap pemilihan, jadi alangkah lebih baiknya kalau kita bersatu dan tetap menjaga tali persaudaraan, politik ini sifatnya hanya sekedar duniawi jangan sampai merusak akhlak kita” jelas Rahmansyah. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *